Kebiasaan Firdaus (8) dari Desa Bandarjaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musibanyu Asin (Muba), terbilang unik. Ia mampu menghirup bau bensin hingga 15 seloki dalam sehari.
Ketergantungannya untuk menghirup bau bensin yang sempat membuat dirinya tidak sadarkan diri ini, sudah dimulai sejak berumur satu tahun. Sehari-harinya kebiasaan ini baru berhenti menjelang tidur malam.
Ditemui di rumahnya, Rabu (9/6/2010), anak bungsu dari empat saudara ini tampak tidak menghiraukan lingkungan sekitarnya. Ia terus menghisap bensin sebanyak sepuluh seloki yang dimasukkan ke dalam jeriken kecil warna abu-abu.
Jeriken berisi bensin ini selalu dibawa Firdaus ke manapun pergi, bahkan saat mandi dan bermain jeriken dibawanya sehingga dengan mudah digunakannya untuk menghisap bensin dari lubang jeriken. Untuk makan pun, jeriken diletakkan disampingnya untuk sesekali dihirup kembali sambil menikmati mi goreng kesukaannya.
Firdaus yang dikunjungi Sripo mengaku asyik saja menikmati bau bensin yang diberikan oleh Febriansyah (15) kakak tertuanya. “Rata-rata sampai sepuluh seloki bisa dihabiskannya, bahkan kalau dia tidak puas bisa diuraikan dimatanya,” kata Febriansyah.
Walau bicaranya tidak terlalu lancar dan belum bersekolah, namun bocah yang memiliki berat 18 Kg dengan lantang mengaku enak saat ditanya mengapa dia suka menghisap bensin. “Enak Pak,” kata Firdaus singkat sambil menganggukkan kepalanya.
Tubuh bocah ini nampak kurus dan saat menghisap bensin matanya nampak memerah dan mengeluarkan air mata. Sesekali Firdaus batuk-batuk.
Menurut keterangan ibu kandungnya, Amrina (40), anaknya ini sudah diperiksakan kepada dokter di Sekayu dan dinyatakan sehat. Sedangkan Ibrahim (57), tetangga Firdaus, mengaku sudah lama mengenal kebiasaan Firdaus ini sejak empat tahun lalu saat dia hijrah dari Palembang dan menetap di Desa Bandarjaya.
“Pernah saya lihat sampat terbaring di tanah karena pusing usai menghirup bensin,” kata Ibrahim.
Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr H Taufik Rusyidi, MKes menjelaskan, penyebab utama adalah kesalahan pola asuh dari orangtua Firdaus. Sejak awal harusnya dijelaskan bahwa bahan bakar bensin ini sangat membahayakan bila diisap setiap hari karena membahayakan syaraf hingga otak.
Bensin menurut Taufik mengandung karbon yang bila dihisap dapat menjadi racun yang membahayakan tubuh. “Kesehatannya akan diperiksa dulu dan kepada orangtuanya harus membantu menghentikan kebiasaannya menyimpang dengan menghirup bensin yang membahayakan kesehatan,” kata Taufik. [tribunnews]
http://solocybercity.wordpress.com/2010/06/10/bocah-ini-selalu-hirup-bensin-selama-tujuh-tahun/

0 komentar:
Posting Komentar